Desain-desainan

Berikut terlampir tabel yang berisi komponen-komponen untuk membuat robot pemadam kebakaran. Kelompok kami dibagi menjadi 5 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil membuat usulan komponen yang akan digunakan berdasarkan 7 aspek: CPU, sensor, pemadam api, penggerak, baterai, casing, dan konektivitas.

Setelah ide-ide dari kelima kelompok dikumpulkan, kami memilah komponen-komponen berdasarkan kelebihan dan kekurangan hingga ada satu set komponen yang menurut kami adalah pilihan terbaik untuk desain robot pemadam api; set yang kami pilih dilingkari di gambar yang terlampir.

Advertisements

PRD: Need-Know-How-Solve

Di satu sesi Pengantar Rekayasa dan Desain (PRD), diberi kuliah mengenai penggunaan metode Need-Know-How-Solve yang mengharuskan pengguna untuk mendaftar semua hal sesuai dengan bagian-bagian yang tertera di nama metode ini. Pemisalan dari penggunaan metode ini diberi sebagai tugas sebagai berikut.

  1. Seorang investor agroindustri di Sumatra ingin membeli lahan perkebunan seluas mungkin dengan ukuran bujursangkar. Modal investasinya adalah 320 juta rupiah. Harga lahan dan pengerjaannya adalah 1 Milyar per hektar. Biaya konstruksi pagar batas lahan adalah 1 juta rupiah per 100 meter. Berapa besar ukuran lahan yang dapat dibeli?

Need:  Ukuran lahan maksimum yang dapat dibeli

Know:

– Bentuk lahan yang dipakai berbentuk bujur sangkar/persegi

– Modal yang ada 320 juta rupiah

– Harga lahan dan pengerjaan = Rp. 1 milyar / hektar

– Biaya konstruksi lahan = Rp. 1 juta / 100 meter

How :

  1. Sisi dari lahan persegi/bujur sangkar dinamakan sebagai variabel x.
  2. Luas lahan = x2
  3. Keliling lahan = 4x
  4. Biaya konstruksi pagar = Rp. 10000/m
  5. Harga lahan pengerjaan = Rp. 100000/m2
  6. (Luas lahan*100.000) + (keliling lahan*10.000) = 320.000.000 untuk luas maksimal

Solve :

100.000x2 + 40000x = 320.000.000

Dari penggunaan rumus abc:

x1 = 56,37 m

x2 = -56,76 m (tidak dipakai)

Luas:

56,372

= 3177.6 m2

Luas lahan maksimal dengan budget constraint yang ada dapat dicapai dengan sisi lahan sebesar 56.37m, yang menghasilkan luas sebesar 3177.6 m2

2. Kabel baja vertikal digunakan untuk menyangga bagian jalan dalam sebuah konstruksi jembatan gantung. Salah satu kabel vertikal yang panjangnya 4,00 digunakan untuk menyangga beban 20,0 ton. Akibat beban tersebut, kabel baja bertambah panjang 20,0 cm. Jika beban yang sama disangga oleh kabel baja jenis yang sama dengan panjang 8,00 m. berapa besar pertambahan panjangnya?

Need:  Pertambahan panjang untuk kabel baja jenis sama yang memiliki panjang 8,00 m pada beban 20,0 ton

Know:

  • Saat kabel panjang 4,00 m beban 20,0 ton maka pertambahan panjang 20,0 cm
  • Beban yang dipasang sama
  • Beban yang dipasang berkorelasi lurus dengan perubahan panjang berdasarkan logika sederhana
  • Jenis kabel sama

How:

  • Perbandingan panjang kabel yang digunakan berbanding lurus dengan peregangan kabel, ceteris paribus. Hal ini disebabkan jenis kabel yang sama. Maka:

∆L1/∆L2 =  L1/L2

Solve:

Diketahui bahwa kabel kedua memiliki panjang dua kali dari kabel pertama, dan diketahui bahwa karena kabel sama, dengan stress dari beban yang sama, perubahan panjang berbanding lurus dengan panjang kabel:

0.2/∆L2 = 4/8

∆L2= 0.4m = 40cm

Perubahan panjang pada kabel 8m dengan massa sama adalah 40cm.

3. Berapa jumlah kios cukur rambut pria (barbershop) di
kota Bandung (jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa)?

Need: jumlah kios barbershop di Bandung

Know: jumlah penduduk di Bandung sekitar 2.5 juta jiwa

How:

Akan digunakan beberapa asumsi untuk mempermudah penghitungan.

  1. Rasio wanita dibandingkan pria 1:1
  2. Pria di Bandung memotong rambut 8 kali dalam setahun.
  3. Satu barbershop mencukur rambut dari 20 orang dalam sehari.

Dengan keempat asumsi ini, dapat diestimasi jumlah kios barbershop di Bandung.

Solve:

  1. Jumlah pencukuran rambut dalam sebulan = (jumlah pria) * (jumlah pencukuran rambut/tahun) / (hari buka barbershop/tahun)

1250000*8/300 = 33333.333 pencukuran/hari

2. Karena diketahui bahwa satu barbershop melakukan 20 pencukuran/hari, maka:

jumlah barbershop = (jumlah pencukuran/hari) / (pencukuran/hari*barber)

jumlah barbershop = 33333.333/20 = 1666 barbershop

Dengan asumsi di atas, ada sekitar 1666 barbershop di daerah Bandung.

Solusi: Tabel Analisis Etik

Sebelum mulai, saya minta maaf terlebih dahulu: dalam rangka menjaga esensi dari bagian tugas yang ini, saya akan menganalisis dalam bahasa Inggris mengingat tabel yang akan saya pakai untuk analisis solusi yang ada berada dalam bahasa Inggris.

Previously, I had posted two preexisting solutions to the problem of losing your valuables.

(link: Here bruh)

Please read from the link above to get the gist of this post.

My job this time is to dissect these solutions and refer to the global ethic code of engineers to determine whether these solutions are actually ethical or not. There are 6 tenets in the code:

  1. Hold paramount the safety, health, and welfare of the public.
  2. Perform services only in the area of your competence.
  3. Issue public statements only in an objective and truthful manner
  4. Act for each employer or client as faithful agents or trustee
  5. Avoid deceptive acts.
  6. Conduct themselves honorably.

The first solution I included in an earlier post pertained using “psychic” powers based on a makeshift pendulum.

  • Tenet 1: Yes, I think it should. However, I will ask anyone who actually does this if they are mentally healthy or not.
  • Tenet 2: It is still unclear as to whether the creators of this solution made this solution because they were competent in psychic power usage or if they were just plain out scamming people. As a skeptic, consider the answer “no” for this tenet.
  • Tenet 3: As I said before, the whole basis of this solution is (for me) rather dubious and very subjective. Definitely a “no” for this one.
  • Tenet 4: Yes, since it appears this solution hasn’t lost popularity.
  • Tenet 5: After referring to what I said on tenets 2 and 3, I’m still set on “no”.
  • Tenet 6: The basis of the solution itself is questionable, so “no”.

The second solution involves installing a multi-feature tracker into the things that are intended to be tracked along with an application related to the tracker.

  • Tenet 1: This type of solution, as far as I know, only affects the amount of money in your wallet, so “yes”.
  • Tenet 2: This product is the only product of the company called TrackR; it is rather obvious that the people at TrackR only perform services related to this product, and thus their area of competence. Yes.
  • Tenet 3: Unless there is info on “public statements” I am unaware of pertaining this product, then the answer should be “yes”; no substantial criticism/complaints regarding this product has been made thus far.
  • Tenet 4: Yes.
  • Tenet 5: The whole system of premises of this product is based on scientific facts and existing technology, and while the people at TrackR could very well still deceive us, the knowledge that their product is based on technology alone tips the scale to “yes” rather than “no”.
  • Tenet 6: Yes.

Summing everything up in a table:

Tenets Pendulum divination The TrackR tracker
Hold paramount the safety, health, and welfare of the public. v v
Perform services only in the area of your competence. x v
Issue public statements only in an objective and truthful manner. x v
Act for each employer or client as faithful agents or trustees. v v
Avoid deceptive acts. x v
Conduct themselves honorably. x v
Sum 2 v, 4 x 6 v, 0 x

Setelah Hilang, Lalu Apa?

Seiring bertumbuhnya seseorang, lebih banyak yang diemban orang itu, baik dalam bentuk tanggungjawab, atau dalam bentuk barang yang dimiliki. Namun, kita semua secara hakiki adalah manusia; kadang kita salah. Mungkin kita terburu-buru berangkat kerja, atau mungkin lupa sama sekali bahwa kita membawa dompet di kantong kiri celana dan baru menyadari kemudian bahwa sesuatu hilang dari tas.

Masalah-masalah seperti inilah yang bisa dibilang takkan dapat dihindari sepenuhnya secara preventif. Maka, apa yang dapat dilakukan ketika kita kehilangan barang?

Setelah mencari-cari di Internet, ada beberapa hal yang menarik perhatian saya.

Ada yang memakai cara yang disebut “pendulum divination”. Setelah membaca informasi dalam situs yang saya kutip di daerah daftar pustaka beberapa kali, saya tetap tidak mengerti; kemungkinan karena isi materinya sudah masuk teritori “non-ilmiah”. Karena batasan dalam kemampuan saya untuk memahami isi materinya, akan saya kutip di sini secara langsung.

Pendulum dapat dibuat dengan menyambungkan tali dengan barang apapun. Lalu:

‘It’s best to spiritually cleanse your pendulum of past associations before using it. Do this by placing it in a bowl of salt water overnight, or passing it through a clearing incense such as sage. After that, you may wish to say a prayer or bless the pendulum in some way.’

Dalam menggunakan bandul tersebut:

‘The combination of any pendulum and user create a unique synergy that must first be explored. Prop your elbow up on the table to stabilize it and hold the pendulum by the string and allow it to swing freely for a few moments.

Think, “Show me ‘yes’.” Keep thinking this until the pendulum gets into a strong, rhythmic movement. Note the movement— this will be the way the pendulum moves when the answer is affirmative.

Think, “Show me ‘no’.” After a while, note the movement the pendulum will take when the answer to your question is negative. Practice for a while by asking your pendulum yes/no questions until you’re confident of its accuracy.’

Saat mencari benda:

‘The first way to use a pendulum to search for something is by asking it questions. This method is a little like playing 20 questions. Ask broader questions first like, “Is it in the house?” or “Did I lose it outdoors?” When you get affirmatives, move on to more detailed questions like, “Did it fall behind something?” or, “Is it in the wrong drawer?” Once affirmative answers are coming, get even more detailed. For example, if the pendulum has indicated the item is in the house and fell behind something, start naming things. “Did it fall behind the dresser? The washing machine? The television?”

The second method to zero in on a target is to get up and walk around with your pendulum. If you know it’s somewhere in the room, this can be the easiest way, especially for small objects like an earring or a sewing needle. Ask the pendulum to swing pointing in the direction of the object. When it’s over the object it should begin to swing in a circular clockwise motion.’

Apapun yang pembaca pikirkan tentang ini, saya mohon tolong simpan saja di otak pembaca; ada kemungkinan besar saya juga memikirkan hal yang sama seperti pembaca.

Kemudian ada produk TrackR. Produk mereka datang dalam bentuk alat seukuran koin Rp.500,- yang dihubungkan dengan aplikasi di handphone yang memakai operating system Android/iOS. Inti dari produk tersebut adalah bahwa alat yang berbentuk koin itu menjadi semacam beacon lokasi bagi pemilik barang dan alat. Pencarian barang yang hilang semakin dipermudah dengan adanya fitur-fitur yang memberi indikator jarak dari handphone pengguna ke produk yang ditempeli alatnya, kemampuan untuk membuat tracker berdering dari perintah di handphone pemilik tracker (ringtone yang dipakai dalam deringan juga dapat diatur oleh pemilik tracker), hingga update dalam bentuk koordinat yang dikirimkan ke pemilik barang/tracker jika barang yang ditempeli tracker berada dalam wilayah daerah yang di-scan oleh pengguna tracker lain dari perusahaan TrackR.

new_coincomparison-44d0bdeaf9b5fb19557d1c3b245252a9.png

 

 

 

 

ios-wireframe-80818bf292da3b50a5d5507587eb4e0c

 

Daftar Pustaka:

  1. https://www.thetrackr.com/
  2. http://www.psychicsuniverse.com/articles/spirituality/living-spiritual-life/rituals/pendulum

 

Bandung: Aman?

Beberapa waktu lalu saya diberi anugerah dengan diterima di Institut Teknologi Bandung. Setelah menyiapkan barang-barang yang diperlukan, saya berangkat dan tinggal di Bandung, dalam indekos di daerah Tubagus Ismail. Karena saya belum terbiasa dengan suasana di Bandung, banyak hal yang terjadi: kesusahan tidur, terbangun di tengah malam karena kedinginan, bahkan hingga kesasar di angkot rute Sadang-Serang Caringin, dan berakhir di daerah Bandung yang tidak saya ketahui sama sekali hingga harus memesan taksi balik ke kos saya (semoga ini tidak terjadi kepada siapapun selain saya). Namun, masalah-masalah yang saya sebut di atas tergolong minor dibandingkan isu pencurian/kehilangan barang.

Pernahkah pembaca melihat akun LINE Lost N’ Found ITB? Grup administrator di balik akun tersebut menangani barang hilang/ketemu dengan membuat post berisi barang yang hilang/ditemukan berdasarkan deskripsi yang dibuat oleh mahasiswa yang menemukan/kehilangan barang. Ada yang beruntung mendapatkan barang mereka di dalam pegangan mahasiswa lain, dan ada yang harus merelakan kehilangan barang tersebut. Lost N’ Found membuat rata-rata 6-7 post/hari, jadi jika dikalikan dengan jumlah hari dalam setahun, administrator harus menangani sekitar 2190-2525 barang dalam setahun.

Salah satu dari mereka adalah teman se-SMA saya yang kehilangan kacamatanya di dalam gedung kolam renang fasilitas olahraga Saraga meskipun kacamatanya di taruh di dalam tasnya yang terbuka. Saya juga mengalami kecurian botol minum saat naik angkot setelah hari kedua Integrasi ITB 2016. Teman sekelompok saya di Integrasi bahkan kehilangan handphone-nya beserta Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan kartu ATM yang diletakkan di belakang handphone setelah naik angkot.

Dari kejadian-kejadian di atas, saya menyimpulkan dua penyebab utama dari kehilangan barang: keteledoran dari orang bersangkutan sehingga barang hilang, dan kurangnya kewaspadaan yang menimbulkan kecurian barang.

Semua cerita-cerita di atas memiliki satu garis besar: Bandung tidak seaman yang mungkin sebagian dari kita pikir.